(Pasti) ada alasan kenapa sesuatu yang indah menurut kita belum juga menyentuh kita. Dan sesuatu yang indah bagi semua orang mungkin adalah ketika merasakan sesuatu keyakinan tentang seseorang, atau dalam kata yang buat sebagian orang sakral adalah pernikahan.
Tapi menurut saya, untuk melakukan ‘itu’ memerlukan hal yang tidak bisa diungkapkan atau dilihat. Hal ini memerlukan sesuatu yang hanya bisa dirasakan oleh hati. Pertanda yang kita lihat atau kita alami membuat hati kita berasa berteriak “AHA!”, atau mungkin kita merasakan semacam degupan yang nggak biasa, yang membuat kita yakin untuk melangkah ke jenjang ini. Dan keinginan ini rasanya sama dengan hasrat ketika kita ingin punya pacar, bisa nyupir, dicium Brad Pitt (keinginan pribadi), jadi orang terkenal, jadi backpacker keliling dunia, minimal keliling Indonesia dulu (Sumpah, ini juga keinginan pribadi). Figure it!
Saya tidak menyarankan untuk hanya diam menunggu, tapi menurut saya Zat Yang Menciptakan Kita pasti punya timing sendiri untuk makhluk ciptaan-Nya. Bukankah segala sesuatu bakal indah pada waktunya…? Tapi nih, kalo dipikir-pikir, mungkin kita perlu tanyain lagi, kapan dan di mana sebenarnya Dia akan mempertemukan kita dengan jodoh kita… Di dunia, apa di akherat…?
rta dan Bogor. Dari ketiga kota tersebut saya tergelitik untuk membandingkan “pelayanan” dan kondisi angkot-angkotnya dengan yang ada di Bengkulu, sebuah kota di Pulau Sumatera.
juga nggak kenal ama sistim ngantri, siapa cepat (yang menarik perhatian calon penumpang) dia yang dapat (penumpang). Nggak pake marah-marah kalo penumpangnya diserobot.